KOMPOSISI PENGURUS UMUM SENAT MAHASISWA
KETUA I : JANDRIS SAPOH
KETUA II : GINI RUMATE
KETUA III : JANSEN SALOMONZ
KETUA IV : STEADY DUMONDOR
KETUA V : RICKY WOWOR
SEK UMUM : ERICK KAWATU
SEK I : PREYCILIA SOETANTO
SEK II : PATRECIA SINAULAN
SEK III : TARMIDZI RANDANG
SEK IV : EKLIS RUNTULALO
SEK V : LADYS TURANG
BENDAHARA : GEYSBERT LUMEMPOUW
ASS. BEND : YESSY TAMPI
JUBIR & PROTOKULER : NORLIS SOUW
KETUA BKK : PETER SOMPIE
KETUA BKI : KRESNA HENDRAWAN
KETUA KMK : LADYS TURANG
KETUA BSA : FEITY RAMPEN
KETUA BOM : ENSTEIN RANTUNG
KETUA BPS : SUPRIADI SUBUH
PIMPRED MAJALAH EQUILIBRIUM : JANDRI TULAAR
EMAIL & YAHOO MESSENGER : SENAT_FE_UNSRAT@YAHOO.CO.ID
Malam Inagurasi Yang Sukses
Senat Hadirkan KetuM karang Taruna Nasional
Slalom Test Senat Berlangsung Seru
INTERNASIONAL SEMINAR
PK2MB Tanpa kekerasan

IDE awal pendirian perguruan tinggi adalah untuk menciptakan manusia-manusia intelektual yang manusiawi yang sanggup berpikir dan bekerja untuk masyarakat dan negaranya. Perguruan tinggi didirikan untuk menjadikan manusia lebih manusiawi (J. Drost S. J. dalam Frisma, 1990).
Ide tersebut hanya bisa dicapai jika suatu perguruan tinggi sanggup menghargai, menumbuhkan, sekaligus mengembangkan prinsip kebebasan akademik. Tradisi kebebasan akademik tentunya tidak hanya harus dimiliki dan dikembangkan oleh seorang pengajar tapi juga mahasiswa. Sebagai bagian dari civitas academica sekaligus mitra strategis para pengajar di kampus, mahasiswa memiliki kebebasan yang otonom untuk menyampaikan pikiran-pikirannya tanpa harus merasa takut pada dosennya, pejabat kampus, penguasa politik, lembaga agama, atau entitas berpengaruh lainnya.
Namun demikian, ospek seringkali diselewengkan menjadi sarana pengenalan kehidupan dan karakter yang tidak ada kaitannya dengan nilai-nilai akademik. Ospek, alih-alih menyuguhkan pencerahan dan pendewasaan, malah sering mempraktikkan model penyuluhan yang bersifat doktrinal, pelanggaran etika dan kesantunan, serta arogansi kekuasaan sang senior terhadap sang juniornya. Ospek juga sering mempraktikkan tindakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berupa perpeloncoan yang menjurus pada kekerasan fisik dan psikis terhadap mahasiswa baru. Akibatnya, ospek tidak jarang berakhir dengan jatuhnya korban jiwa peserta yang tidak ternilai harganya.
Melihat akibat-akibat yang ditimbulkan ospek, banyak pihak menilai kegiatan tahunan tersebut sama sekali tidak membawa manfaat bagi mahasiswa baru khususnya dan bagi civitas academica umumnya. Tidak heran kalau kemudian banyak pihak pula yang menolak dan menuntut agar kegiatan ospek dihapuskan.
Penilaian negatif tersebut tentu saja tidak bisa diluruskan dengan hanya menggunakan bahasa verbal bahwa ospek sesungguhnya sangat penting untuk mengantarkan dan mengadaptasikan mahasiswa baru pada tradisi kehidupan kampus sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan yang bararti saat mengikuti proses perkuliahannya kelak. Diperlukan bahasa tindakan konkret di lapangan empirik untuk meyakinkan banyak pihak bahwa ospek merupakan kegiatan penting dan bisa membawa manfaat bagi mahasiswa baru.
Karena itu, ospek harus dikembalikan pada filosofi dan konsepsi semula. Ospek yang selama ini sering memperlihatkan kekerasan fisik dan psikis harus diganti dengan ospek yang bervisi humanis dan mencerahkan jiwa dan pikiran mahasiswa baru. Ospek yang selama ini hanya mempertontonkan hegemoni dan arogansi kekuasaan harus diganti dengan ospek yang lebih memperlihatkan kearifan, kesantunan, dan keramahan yang mendidik. Ospek yang selama ini sering menyuguhkan kejahatan akademik harus diganti dengan ospek berbasis pada tradisi dan prinsip kebebasan akademik.***
Baksos Fekon Unsrat, Bersihkan Danau Tondano
Manado � Senat Fakultas Ekonomi Unsrat yang baru-baru ini dilantik langsung membuat gebrakan. Hari ini (02/03) mereka mengerahkan sekitar 600 orang mahasiswa, mereka bertekad untuk membersihkan eceng gondok yang menjadi penyebab utama pendangkalan Danau Tondano.
Penggagas Bakti Sosial (baksos) ini adalah Dekan, Dra Lotje Kawet MS dan PD III Fekon Drs Herman karamoy Ak Msi. Ketua Senat Fekon Andika Mongilala didukung pengurus senat Erick Kawatu, Geysbert Lumempouw dan Yessy Tampi, optimis upaya pengabdian masyarakat ini sedikitnya bisa membantu masyarakat sekitar yang menurut pantauan hampir setiap hari berjuang meminimalisir perkebangan eceng gondok di Danau Tondano.
Senat Fekon juga mengharapkan PT (Perguruan Tinggi) yang berada di dekat danau bisa terpanggil untuk melakukan kegiatan yang sama. �Usaha kami ini juga atas dukungan BKOW juga terima kasih kepada Ketua BPM Fekon Richard Pesik yang sudah mendukung agar acara ini bisa terlaksana. Ke depan kami merencanakan merangkul sejumlah PT untuk aksi yang sama,� ujar Mongilala.(bov)
Majalah Equilibrium Senat Fekon Unsrat Segera Terbit
Manado � Senat Fakultas Ekonomi Unsrat dalam waktu dekat akan meluncurkan majalah komunitas yang diberi nama Equilibrium. Demikian penjelasan Ketua Senat Andika Mongilala kepada Komentar, Selasa (06/03).
Seperti diketahui, sejumlah universitas di Indonesia yang memiliki Fakultas Ekonomi memiliki majalah serupa dengan nama Equilibrium yang dalam bahasa latin berarti keseimbangan.(bov)
Ancam gelar demo, Senat FE Unsrat tuntut hasil studi banding Dekot beber Ke Publik

Memang sebelum studing dikatakan hal itu dilakukan untuk mempelajari beberapa hal yang di daerah lain dinilai penerapan sudah dilakukan terlebih dahulu atau lebih baik namun apa yang mereka peroleh dari studing itu yang harus disampaikan ke masya-rakat,” tandas Mongillala
Mongilala juga menyatakan jika pertanggungjawaban dekot ini tidak dilakukan baik dalam pertemuan secara langsung maka Senat FE Unsrat siap ‘turun jalan’ untuk mempertanyakan hal tersebut. Sebab tidak sedikit uang rakyat yang digunakan untuk studing sementara sejumlah fasilitas publik masih sangat membutuhkan perbaikan dan didukung dengan dana. “Karena studi banding yang dilakukan tanpa tujuan sama saja ha-nya menghamburkan uang rakyat,” katanya lagi.
Hal senada disampaikan John Manarisip, warga Mala-layang. Menurutnya selama sudah begitu banyak agenda legislator yang menggunakan uang rakyat tapi belum bisa dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
“Wakil rakyat sudah dapat fasilitas bahkan kesempatan jalan-jalan sekaligus studi banding tapi belum memper-tanggungjawabkan kepada rakyat yang memberi amanat, makanya kami masyarakat mau menuntut hal itu,” tegasnya.(gra)
Pelantikan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSRAT

Manado, hari ini 14/02 di fakultas Ekonomi UNSRAT di adadakan Pelantikan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNSRAT periode 2007-2008. Pelantikan ini lagsung di bawakan oleh Dekan Fakultas ekonomi UNSRAT Dra. Lotje Kawet MS dan juga Turut hadir, Seluruh Pembantu Dekan dan Ketua2 Jurusan di Fakultas Ekonomi UNSRAT dan Ketua Ikatan Kekeluaargaan Fakultas Ekonomi UNSRAT, Sementara itu yang dilantik sebagai Ketua Umum Senat Mahasiswa adalah Andika Mongilala berasal dari jurusan akuntansi angkatan 2003.
